Friday, July 12, 2024
spot_img
HomePemerintahanWali Kota Tomohon Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 Secara Daring

Wali Kota Tomohon Ikuti Rakornas Pengendalian Inflasi 2024 Secara Daring

TOMOHON – Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H bersama Staff Khusus Wali Kota dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Jumat (14/06/2024).

Kesempatan tersebut, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, Laporan Perkembangan Prospek Inflasi dengan rincian:

1. Train Inflasi Indonesia dalam 10 Tahun terakhir menurun dan terkendali rendah bahkan termasuk terendah di dunia. Diperkirakan Inflasi Tahun 2024 dan Tahun 2025 akan terkendali tetap rendah dalam kisaran sasaran 2.5 ± 1%.

2. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan dalam dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bersinergi erat baik pusat maupun daerah. Dengan memastikan Inflasi tetap terkendali dan nilai tukar rupiah tetap stabil. Dengan melalui beberapa program antara lain, program ketahanan komoditas pangan, kerjasama antar daerah, fasilitas distribusi pangan serta digitalisasi.

3. Memperkuat sinergi, kesinambungan sangat penting untuk pengendalian inflasi kedepan, khususnya untuk memitigasi resiko kenaikan harga pangan dan energy akibat konflik geopolitik global serta permasalahan structural seperti produktifitas enefisiensi distribusidan integrasi harga pangan.

Adapun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP), Airlangga Hartarto menyampaikan terkait Stabilisasi harga pangan dilakukan untuk mengatasi kenaikan harga dalam jangka pendek.

“Melalui SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan), bantuan pangan, gerakan pangan murah telah berhasil menekan kenaikan harga terhadap harga pangan,” ucapnya.

Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan produksi. Baik dengan cara penambahan alokasi pupuk subsidi, maupun akses pembiayaan untuk sektor pertanian.

“Penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk sektor pertanian sebesar 30 persen, terbesar kedua setelah sektor perdagangan,” ungkapnya.

Pemerintah juga memastikan kelancaran distribusi, terutama untuk 10 komunitas pangan strategis oleh Badan Pangan Nasional. Kemudian, mengoptimalisasi tol laut untuk daerah yang tertinggal terpencil dan terluar.

“Badan Pangan Nasional akan mempersiapkan terkait dengan penyediaan data pangan yang akuntabel. Dengan adanya neraca pangan, maka stabilisasi harga di daerah bisa lebih termonitor,” ujarnya.

Sementara, Presiden Ir.Joko Widodo dengan tegas memberikan arahan mengenai Inflasi.

“Kementrian Pertanian, Kementrian Pekerjaan Umum (PU) harus bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) secepatnya memasang membangun pompa-pompa air di daerah-daerah produksi pangan. Kementerian/lembaga beserta kepala daerah harus terus berkolaborasi untuk menjaga level inflasi sesuai sasaran pemerintah. Agar produktifitas utamanya di pertanian dan perkebunan terus terjaga dan semakin berkembang,” tegasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments