WALENEWS.COM, TOMOHON – Dukungan terhadap Pentas Massal Mahzani yang melibatkan ribuan pelajar di Kota Tomohon terus mengalir. Kali ini, apresiasi datang dari Panitia Pemilihan Putra-Putri Pendidikan Tomohon-Minahasa (IPPPTM) tahun 2026 yang menilai kegiatan ini sebagai langkah krusial dalam menjaga akar budaya daerah.
Ketua Panitia Pemilihan Putra-Putri Pendidikan Tomohon-Minahasa 2026, Kristofel Pandey, S.Th, menyatakan bahwa keterlibatan aktif generasi muda dalam ajang yang akan digelar pada 11 Maret 2026 mendatang adalah sebuah investasi jangka panjang bagi identitas kultural Minahasa.
“Saya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keterlibatan generasi muda pelajar dalam kegiatan kebudayaan di Kota Tomohon, khususnya dalam pentas massal tarian Mahzani yang akan dilaksanakan,” ujar Pandey.
Menurut Pemuda Tomohon yang tahun 2025 kemarin tampil sebagai penari dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Tarian Mahzani bukan sekadar gerak estetika di atas panggung, melainkan warisan yang sarat akan nilai sejarah dan norma sosial.
“Keterlibatan mereka bukan hanya memperkaya kegiatan seni budaya lokal, melainkan juga menjadi investasi penting bagi kelanjutan identitas budaya Minahasa. Tarian Mahzani merupakan bagian tak terpisahkan dari warisan budaya kita karena mengandung nilai-nilai sejarah, estetika, serta norma sosial yang patut dijaga,” ujar Pandey dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026).
“Kami sebagai panitia IPPPTM menilai bahwa partisipasi generasi muda dalam pentas massal Tarian Mahzani akan memberikan manfaat diantaranya memperkuat rasa cinta tanah air dan identitas kultural di kalangan pelajar, meningkatkan kapasitas seni dan disiplin karakter melalui latihan, kolaborasi, dan penampilan publik,” jelas Pandey.
Ia menambahkan, untuk memastikan keberlanjutan pelestarian ini, IPPPTM mendorong sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan penggiat budaya tetap dipertahankan. Pandey menekankan pentingnya penyediaan fasilitas dan ruang ekspresi bagi pelajar.
Selain itu, ia mengusulkan adanya bentuk apresiasi nyata bagi siswa yang aktif mempromosikan budaya.
“Kami mendorong pemberian penghargaan kepada pelajar berprestasi yang aktif mempromosikan budaya lokal, sehingga mereka bisa menjadi contoh atau role model bagi teman sebaya mereka,” tambahnya.
Sebagai wadah yang berfokus pada pendidikan dan kepemudaan, IPPPTM menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi.
Menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang berakar kuat pada identitas lokal.
“Mari kita dukung generasi muda dalam upaya pelestarian budaya, karena menjaga warisan budaya adalah tanggung jawab bersama demi masa depan yang berakar kuat pada identitas lokal,” tutup Pandey.




