HomeLingkungan & KesehatanSinergi Pilkada dan Kelestarian Danau Tondano: Meidy Tinangon Raih Gelar Doktor dengan...

Sinergi Pilkada dan Kelestarian Danau Tondano: Meidy Tinangon Raih Gelar Doktor dengan Konsep “Mapalus Ekologi”

WALENEWS.COM, MALANG – Anggota KPU Sulawesi Utara, Meidy Yafeth Tinangon, resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Lingkungan Multidisipliner dari Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya, Malang. Dalam Ujian Terbuka Sidang Promosi yang digelar Selasa (21/4), Tinangon berhasil mempertahankan disertasinya yang mengangkat isu krusial: masa depan Danau Tondano di tengah pusaran politik elektoral.

Sidang yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Moh. Khusaini, tersebut menguji temuan Tinangon mengenai bagaimana ekosistem danau terbesar di Sulawesi Utara ini diintegrasikan ke dalam kebijakan publik melalui instrumen Pilkada.

Dalam paparannya, mantan Ketua KPU Minahasa ini menegaskan bahwa Pilkada tidak boleh hanya dipandang sebagai ajang perebutan suara. Lebih dari itu, Pilkada adalah hulu dari perencanaan kebijakan daerah.

“Setiap pasangan calon wajib menyampaikan visi, misi, dan program yang selaras dengan RPJPD. Di sinilah pengelolaan Danau Tondano seharusnya menjadi substansi utama materi kampanye, yang nantinya akan mengikat secara hukum dalam RPJMD setelah pasangan calon terpilih,” ujar Tinangon.

Fokus utama studi Tinangon mencakup seluruh siklus kebijakan, mulai dari formulasi visi-misi hingga evaluasi pasca-Pilkada. Sebagai bentuk novelty (kebaruan) penelitiannya, ia merumuskan sebuah desain kebijakan komprehensif yang memadukan sains lingkungan dengan kearifan lokal Minahasa.

Konsep tersebut diberi nama Mapalus Ekologi dengan Insentif dan Disinsentif yang Tumou Tou dan Danau Tondano (MEIDY YT2DT). Desain ini mengedepankan: Budaya Mapalus: Mengedepankan kolaborasi dan gotong royong antar-stakeholder dalam menjaga ekosistem.

Filosofi ST4 (Si Tou Timou Tumou Tou): Prinsip memanusiakan manusia (menghidupkan sesama) yang disinergikan dengan upaya “menghidupkan” kembali Danau Tondano.

Sistem Insentif & Disinsentif: Memberikan apresiasi bagi upaya pelestarian dan sanksi tegas bagi perusak ekosistem danau.

Keberhasilan Tinangon dalam menyatukan aspek politik, hukum, dan ekologi ini dibimbing oleh tim promotor yang terdiri dari Prof. Amin Setyo Leksono (Promotor), Prof. Gatot Ciptadi (Ko-Promotor I), dan Dr. Anthon Efani (Ko-Promotor II), serta diuji oleh jajaran pakar lintas disiplin.

Dengan raihan gelar doktor ini, diharapkan pemikiran Tinangon mengenai “Mapalus Ekologi” dapat menjadi referensi nyata bagi para pengambil kebijakan di Sulawesi Utara, agar Danau Tondano tidak sekadar menjadi komoditas politik, melainkan jantung kehidupan yang terjaga secara berkelanjutan.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Friday, April 24, 2026
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments