WALENEWS.COM, TOMOHON — Sebanyak 16 finalis Putra-Putri Pendidikan Sulawesi Utara 2025 menjalani masa karantina intensif di D’Anna Palace Tomohon, pada 19-31 Agustus 2025.
Selama dua minggu penuh, mereka mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah potensi diri dan memperluas wawasan.
Dalam kompetisi ini, para finalis ditantang untuk menciptakan Change Project, sebuah program inovatif yang mencakup isu-isu penting seperti kebudayaan, lingkungan, pariwisata, dan perlindungan anak. Ide-ide cemerlang ini bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Selain itu, kemampuan berpikir kritis mereka diuji melalui Motion Challenge, di mana setiap finalis harus menyampaikan argumen setuju atau tidak setuju terhadap suatu mosi.

Ada juga sesi Debat dengan format “Asian Parliamentary Debate”, yang menguji kemampuan mereka dalam berargumentasi dan menyampaikan pendapat secara terstruktur.
Aspek akademis juga menjadi fokus utama, dengan para finalis diminta membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI) bertema “Pendidikan Berkelanjutan, Mengacu pada Pertumbuhan Karakter”.
Kreativitas mereka juga diuji melalui Hasta Karya, yaitu pembuatan kerajinan tangan, serta penampilan bakat unik dalam Talent Show.
Tak hanya berkompetisi, para finalis juga mendapatkan materi berharga mengenai wawasan kebangsaan dan pengembangan pola pikir dari Bapak Fahmy Kangiden.
Menurut Vallen Saweho selaku Ketua Panitia Pemilihan Putra-Putri Pendidikan Sulawesi Utara 2025, “Kegiatan ini merupakan wadah bagi para finalis untuk bisa saling berinteraksi, berjejaring, dan saling menginspirasi dalam hal pendidikan dan juga pengembangan karakter.”
“Tentu harapan kami dari kegiatan ini adalah lahirnya individu yang memiliki kesadaran terhadap pentingnya pendidikan, yang mana itu akan membantu kemajuan bangsa kita,” jelasnya.

Sementara, Ketua Umum Putra Putri Pendidikan se-Sulawesi Utara, Brandon Menajang, S.Th, mengatakan kegiatan karantina ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para finalis dan masyarakat luas.
“Ajang Putra-Putri Pendidikan Sulawesi Utara hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperluas jaringan sosial, dan berdedikasi bagi bangsa dan negara. Dan juga Generasi Muda terus bangkit, Kreatif, Inovatif dan menjadi agen Perubahan” pungkasnya.




