WALENEWS.COM, TOMOHON — Menjelang perhelatan akbar Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 pada Agustus mendatang, panitia terus bergerak cepat. Bertempat di *Show Window* Tomohon, Senin (6/7/2026), digelar Rapat Koordinasi Seksi Pembuatan Kendaraan Hias bersama para petani bunga lokal untuk memastikan kesiapan pasokan dan kualitas bunga krisan khas Tomohon.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Panitia TIFF 2026, **Ibu Levita Supit, SH., MH.**, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Daerah Kota Tomohon selaku Koordinator Seksi Pembuatan Kendaraan Hias.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran seksi pembuatan kendaraan hias, Dinas Pertanian, penyuluh lapangan, perwakilan Asosiasi Bunga Indonesia (ASBINDO) di Tomohon, serta para petani bunga dari 30 Kelompok Tani (Poktan).
Dalam arahannya, Ketua Umum TIFF 2026, Levita Supit, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada **29 peserta** yang mendaftar untuk menampilkan *float* (kendaraan hias) dan jumlah tersebut diprediksi masih akan terus bertambah.
Di hadapan para petani, Levita memberikan suntikan semangat agar para petani terus berkarya dan memberikan hasil terbaik demi nama baik Kota Tomohon di panggung internasional. Namun, ia juga memberikan catatan tegas terkait standar kualitas.
“Bunga yang digunakan untuk *float* kendaraan hias nantinya jangan asal-asalan. Harus bunga yang berkualitas tinggi. Kita ingin menampilkan yang terbaik bagi dunia,” tegas Supit.
Berdasarkan laporan langsung dari 30 kelompok tani yang hadir, ketersediaan bunga krisan yang siap panen pada awal Agustus nanti diperkirakan mencapai **354.000 pohon**. Jumlah ini masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami perubahan menjelang hari-H.
Untuk memastikan validitas data dan memantau kondisi riil di lapangan, Seksi Pembuatan Kendaraan Hias bersama petugas dari Dinas Pertanian dijadwalkan akan turun langsung ke area perkebunan mulai minggu ini hingga minggu depan. Agenda turun lapangan ini meliputi:
* Monitoring langsung kondisi tanaman di lahan penanaman.
* Pendataan varietas bunga krisan yang siap pakai.
* Pemetaan ketersediaan warna bunga agar sesuai dengan kebutuhan desain dekorator.
Selain mendata stok bunga, rapat kali ini juga menjadi wadah evaluasi menyeluruh terhadap kendala-kendala yang terjadi pada pembuatan kendaraan hias di tahun lalu agar tidak terulang kembali.
Guna memperkuat sinergi, panitia dalam waktu dekat akan mempertemukan kembali para petani bunga dengan para dekorator kendaraan hias.
Pertemuan lanjutan tersebut bertujuan untuk membahas proses teknis pembuatan secara mendetail, menghindari kesalahpahaman, serta memupuk kerja sama yang transparan dan terbuka antara petani dan pihak dekorator.
Menutup kegiatan tersebut, Ketua Umum TIFF 2026, Levita Supit, kembali menegaskan visi besarnya untuk festival tahun ini.
“Komitmen kami adalah menjadikan TIFF 2026 semakin baik dari tahun-tahun sebelumnya. Event internasional ini harus memberikan dampak ekonomi nyata dan manfaat yang luas, baik bagi petani bunga, pelaku UMKM, hingga seluruh masyarakat Kota Tomohon,” pungkasnya.


