WALENEWS.COM, MANADO – Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Manado, Rahman Manggopa, membantah tudingan yang beredar di media sosial dan sejumlah pemberitaan tanpa konfirmasi yang menuduhnya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk foya-foya.
Hal itu diungkapkan saat diwawancarai, di SMP N 8 Manado, Rabu (20/8/2025).
Isu ini juga dibarengi dengan kabar adanya “wanita idaman lain,” yang disebutnya sebagai fitnah yang sangat menjijikkan.
Tudingan tak berdasar tersebut telah menyebabkan kerugian besar secara moral bagi dirinya dan keluarga, yang merasa sangat terpukul dengan pemberitaan yang ada.
Dalam pernyataannya, Rahman Manggopa menjelaskan bahwa berita ini adalah kebohongan yang tidak sesuai fakta.
Ia menambahkan bahwa setelah mencoba mengonfirmasi, narasumber yang dituduh menyebarkan informasi tersebut justru mengelak.
“Berita-berita ini tidak berimbang dan sangat mengganggu. Saya tidak pernah melakukan hal itu,” ujarnya.
Transparansi Pengelolaan Dana BOS
Rahman Manggopa menjelaskan bahwa penggunaan dana BOS di sekolah yang dipimpinnya selalu dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Ia secara rutin menyampaikan laporan penggunaan dana tersebut dalam rapat bersama para guru dan orang tua murid.
“Semua pos penggunaan dana BOS sudah kami jelaskan secara terbuka,” tambahnya.
Sekolah yang dipimpinnya saat ini menerima dua jenis dana BOS, yaitu BOS Reguler dan BOS Kinerja Prestasi.
“Dua sekolah yang saya pimpin, dua-duanya memperoleh BOS Kinerja. Dana ini kami manfaatkan sepenuhnya untuk membiayai berbagai kegiatan siswa, demi kemajuan pendidikan di sekolah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dana tersebut digunakan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan kebutuhan lainnya.
Sistem Pembayaran Honor Melalui Transfer Bank
Terkait pembayaran honor, Rahman Manggopa menyebutkan bahwa honorarium untuk guru honorer, staf kebersihan, dan satpam dibayarkan dari dana BOS Reguler.
Ia memastikan bahwa semua pembayaran honor dilakukan dengan sistem transfer bank untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas.
“Saya tidak mau melakukan pembayaran transaksi secara tunai. Semua transaksi, baik untuk honor maupun aset, dilakukan melalui transfer antarbank ke rekening masing-masing,” katanya.
Saat ini, dana BOS Reguler untuk pembayaran honor belum cair, namun ia berharap dalam satu hingga dua minggu ke depan sudah bisa didistribusikan.
Pernyataan ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang salah dan mengembalikan nama baik Rahman Manggopa serta keluarganya di mata masyarakat.




