WALENEWS.COM, MINAHASA — Pelayanan Siswa Kristen (Pelsis) Kota Tomohon, Minahasa, dan Minahasa Tengah telah sukses menyelenggarakan Pemilihan Siswa Kristen Berprestasi 2025.
Acara puncaknya, Grand Final, berlangsung meriah pada 30 Agustus 2025 di Gedung Wulan, SMK N 1 Tondano, menandai berakhirnya serangkaian proses seleksi yang ketat dan panjang.
Pelsis Minahasa, dan Pelsis Minahasa Tengah ini menjadi wadah bagi siswa-siswi berprestasi untuk menunjukkan bakat dan karakter Kristiani mereka.

Pemilihan ini bertujuan untuk membina mental dan kepribadian siswa Kristen serta mempersiapkan generasi muda Kristen menjadi pemimpin yang berkarakter Kristiani, dengan Alkitab sebagai kewibawaan utama.
Tahapan Seleksi yang Intensif
Proses seleksi telah dimulai sejak pertengahan Juli 2025, dengan beberapa tahapan yang diikuti oleh para peserta:
- Tes Tertulis di GMIM Nazareth Matani pada 17 Juli 2025.
- Tes Wawancara di Green View Tondano pada 21 Juli 2025.
- Roadshow pada 1 Agustus 2025, sebagai wadah perkenalan para finalis kepada masyarakat.
- Karantina di Green View Tondano pada 14-16 Agustus 2025, di mana para peserta mendapatkan pembinaan intensif.
- Grand Final pada 30 Agustus 2025, menjadi penentuan siapa yang layak menyandang gelar Siswa Kristen Berprestasi 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerja keras para panitia yang diketuai oleh Florencia Simon, seorang siswi aktif di SMA Negeri 1 Tomohon.
Ia didampingi oleh Fabian Kaligis sebagai Ketua Pelsis Tomohon dan Refaya Salu sebagai Ketua Pelsis Minahasa Tengah.
Misi dan Harapan ke Depan Pemilihan Siswa Kristen Berprestasi ini juga menjadi ajang persiapan untuk keikutsertaan para pemenang dalam Pemilihan Siswa Kristen Berprestasi Provinsi Sulawesi Utara yang rencananya akan dilaksanakan pada minggu depan.

Ketua Panitia Florencia Simon berharap agar Pelsis Tomohon dapat terus berkontribusi dalam pelayanan siswa Kristen dan semakin dikenal luas di Kota Tomohon.
Dengan demikian, lebih banyak siswa Kristen yang tergerak untuk mengikuti kegiatan ini di tahun-tahun mendatang.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mempersiapkan, melatih, membina, dan memperdalam iman percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di kalangan siswa Kristen,” ujar Simon.
“Semoga kegiatan ini dapat terus menjadi berkat bagi generasi muda di Sulawesi Utara,” tandasnya.


