Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the td-cloud-library domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1035546/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
​PP GMKI Bentuk BKN Wilayah X, Alter Wowor Dipercayakan Jadi Koordinator - Walenews.com
Friday, June 12, 2026
spot_img
HomeNasional​PP GMKI Bentuk BKN Wilayah X, Alter Wowor Dipercayakan Jadi Koordinator

​PP GMKI Bentuk BKN Wilayah X, Alter Wowor Dipercayakan Jadi Koordinator


WALENEWS.COM, MANADO – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia resmi membentuk Badan Kaderisasi Nasional (BKN) GMKI Wilayah X Sulawesi Utara-Gorontalo Sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kaderisasi yang terstruktur, sistematis, masif dan berkelanjutan di seluruh cabang GMKI.

Pembentukan BKN GMKI merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI Nomor 390564/SU/INT/K/III/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2026. 

Secara nasional, BKN GMKI dipimpin oleh Rikson Tampubolon sebagai Ketua Badan Pelaksana dan Ayub Pongrekun sebagai Ketua Badan Pengawas.

Sebagai organisasi kader, GMKI memandang kaderisasi sebagai bagian konstitutif yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan organisasi. 

Kehadiran BKN menjadi wujud keseriusan GMKI dalam merumuskan, mengembangkan, mengoordinasikan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi sistem kaderisasi secara nasional.

Pada Rabu, 10 Juni 2026, Badan Pelaksana BKN GMKI Pusat secara virtual mengesahkan dan melantik pengurus BKN GMKI wilayah se-Indonesia, termasuk BKN GMKI Wilayah X (Sulawesi Utara-Gorontalo).

Pengurus BKN GMKI Wilayah X masa bakti 2026–2031 yang dilantik terdiri dari Alter I. Wowor, Ariesto J. Matantu, Berry W.F. Tawera, Debby G. Suma, Defli Yuandika, Dodisutarma Lapihu, Fanerick G. Kawatu, Gifliyani K. Nayoan, Ricardo Situmorang (ex-officio/Korwil X PP GMKI), Stelly E. Dauhan, dan Wilma F.M. Sumakul.

Para pengurus yang dipercayakan dalam kepengurusan ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi GMKI, baik sebagai fungsionaris cabang, penanggung jawab cabang, maupun pengurus pusat.

Ke depan, BKN GMKI Wilayah X akan mendampingi delapan cabang GMKI di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, yakni Cabang Airmadidi, Bitung, Gorontalo, Kotamobagu, Manado, Tahuna, Tomohon, dan Tondano, khususnya dalam pelaksanaan program kaderisasi anggota.

Koordinator BKN GMKI Wilayah X, Alter I. Wowor, menegaskan bahwa kehadiran BKN bukan untuk mengambil alih tugas dan fungsi Badan Pengurus Cabang (BPC), melainkan menjadi mitra strategis yang membantu mengarahkan dan memastikan proses kaderisasi berjalan sesuai standar organisasi.

Menurutnya, BKN GMKI Wilayah berperan sebagai pendamping dan pengarah agar setiap cabang mampu melaksanakan kaderisasi secara serius, terukur, dan berorientasi pada kualitas kader yang sesuai dengan prinsip Tri Panji GMKI, yaitu tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian.

“BKN GMKI Wilayah hadir untuk membantu dan memastikan program kaderisasi di cabang-cabang berjalan dengan baik. Kehadiran kami bukan untuk membatasi ataupun mengambil alih program kerja BPC, melainkan untuk mengondisikan, mendampingi, dan mendorong agar kaderisasi menghasilkan kader-kader nasionalis-oikumenis yang berkualitas,” ujar Alter.

Dengan terbentuknya BKN GMKI hingga tingkat wilayah, diharapkan sistem kaderisasi GMKI semakin kuat dan mampu melahirkan kader-kader yang siap berkontribusi secara positif di lingkungan perguruan tinggi, gereja, maupun masyarakat.

WALENEWS.COM, MANADO – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia resmi membentuk Badan Kaderisasi Nasional (BKN) GMKI Wilayah X Sulawesi Utara-Gorontalo sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kaderisasi yang terstruktur, sistematis, masif, dan berkelanjutan di seluruh cabang GMKI.

Pembentukan BKN GMKI merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Pengurus Pusat GMKI Nomor 390564/SU/INT/K/III/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 12 Maret 2026. 

Secara nasional, BKN GMKI dipimpin oleh Rikson Tampubolon sebagai Ketua Badan Pelaksana dan Ayub Pongrekun sebagai Ketua Badan Pengawas.

Sebagai organisasi kader, GMKI memandang kaderisasi sebagai bagian konstitutif yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan organisasi. 

Kehadiran BKN menjadi wujud keseriusan GMKI dalam merumuskan, mengembangkan, mengoordinasikan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi sistem kaderisasi secara nasional.

Pada Rabu, 10 Juni 2026, Badan Pelaksana BKN GMKI Pusat secara virtual mengesahkan dan melantik pengurus BKN GMKI wilayah se-Indonesia, termasuk BKN GMKI Wilayah X (Sulawesi Utara-Gorontalo).

Pengurus BKN GMKI Wilayah X masa bakti 2026–2031 yang dilantik terdiri dari Alter I. Wowor, Ariesto J. Matantu, Berry W.F. Tawera, Debby G. Suma, Defli Yuandika, Dodisutarma Lapihu, Fanerick G. Kawatu, Gifliyani K. Nayoan, Ricardo Situmorang (ex-officio/Korwil X PP GMKI), Stelly E. Dauhan, dan Wilma F.M. Sumakul.

Para pengurus yang dipercayakan dalam kepengurusan ini dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi GMKI, baik sebagai fungsionaris cabang, penanggung jawab cabang, maupun pengurus pusat.

Ke depan, BKN GMKI Wilayah X akan mendampingi delapan cabang GMKI di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo, yakni Cabang Airmadidi, Bitung, Gorontalo, Kotamobagu, Manado, Tahuna, Tomohon, dan Tondano, khususnya dalam pelaksanaan program kaderisasi anggota.

Koordinator BKN GMKI Wilayah X, Alter I. Wowor, menegaskan bahwa kehadiran BKN bukan untuk mengambil alih tugas dan fungsi Badan Pengurus Cabang (BPC), melainkan menjadi mitra strategis yang membantu mengarahkan dan memastikan proses kaderisasi berjalan sesuai standar organisasi.

Menurutnya, BKN GMKI Wilayah berperan sebagai pendamping dan pengarah agar setiap cabang mampu melaksanakan kaderisasi secara serius, terukur, dan berorientasi pada kualitas kader yang sesuai dengan prinsip Tri Panji GMKI, yaitu tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian.

“BKN GMKI Wilayah hadir untuk membantu dan memastikan program kaderisasi di cabang-cabang berjalan dengan baik. Kehadiran kami bukan untuk membatasi ataupun mengambil alih program kerja BPC, melainkan untuk mengondisikan, mendampingi, dan mendorong agar kaderisasi menghasilkan kader-kader nasionalis-oikumenis yang berkualitas,” ujar Alter.

Dengan terbentuknya BKN GMKI hingga tingkat wilayah, diharapkan sistem kaderisasi GMKI semakin kuat dan mampu melahirkan kader-kader yang siap berkontribusi secara positif di lingkungan perguruan tinggi, gereja, maupun masyarakat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments