WALENEWS.COM, Tutuyan – Beredar di jagat maya, video pendapat seorang ibu tentang keberadaan masyarakat di lokasi tambang Panang, Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Sumber kemudian diarahkan dengan pertanyaan soal janji politik bupati hingga pendapat soal pencalonan bupati dalam pilkada selanjutnya.
Tak banyak merespons pendapat si ibu, publik justru menyasar pembuat video yang disebut berasal dari Manado. Ia disebut provokator.
“Wartawan ini atau provokator? Bro, coba ngana vidio le itu limbah yang dibuang sembarangan di atas pipa air minum ribuan masyarakat di enam desa Kotabunan dan Bulawan. Belum yang dibuang ke sungai,” kata Ayu, warga Kotabunan, Rabu (26/8/2026).
Warga mengungkap jika masalah air minum sangat serius dirasakan masyarakat yang tinggal di Kotabunan dan Bulawan, karena pipa air milik pemerintah daerah (PAM) sudah banyak dilubangi dan dimasukkan selang oleh penambang secara semena-mena hingga berdampak bagi masyarakat umum.
Mereka menegaskan jika masyarakat Kotabunan dan Bulawan raya bersaudara dan tidak boleh diprovokasi.
“Memang so sama deng provokator dapa lia no. Dia pe kira ini Kotabunan-Bulawan bukang basudara samua staw kong ajar datang ba tarepak di sini. Ini prilaku memalukan,” ujar Arief Makalalag.
Friska Mokoginta Kolopita menilai, Video itu sengaja dibuat untuk menyudutkan satu pihak saja.
“Orang Kotabunan dan Bulawan aman-aman saja, heran orang luar kampung yang kacau. Gila urusan,” sebut Friska.
Warga berpendapat, informasi yang dibuat tidak objektif.
“Iyo, nda otak. Bukang orang sini dia ajar mo ambor brita hoax kiri kanan,” kata Arly Salamate.
“Dia anggap orang Kotabunan deng Bulawan bodok samua sto.”
Kehadiran si pembuat video dianggap berpengaruh secara negatif bagi kedamaian masyarakat di lingkar tambang dan Boltim secara umum.
“Provokator kua dia ini. Nda mo pigi urus jo ngana pe kampung, mo datang salalu urus torang pe kampung,” ketus Lely Dali.
Warga menjelaskan, mereka paling paham dengan kondisi di Panang dan wilayah lingkar tambang. Karena itu tak perlu diajarkan, diintervensi, apalagi diprovokasi orang dari luar kampung. Mereka juga tahu, pemerintah tetap konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat dengan tidak menabrak aturan. Terbukti, mereka melihat bupati dan wakil rakyat melalui Ketua DPRD Boltim hingga kini terus mencari solusi terbaik untuk masyarakat.
“Torang pemilik teritorial deng paling tau persis. Deng sampe hari ini Pemkab Boltim masih berkoalisi dengan rakyat,” tegas Vay Lasambu.


