WALENEWS.COM, TOMOHON – Sebagai simbol keberanian, kehormatan, dan spiritualitas Minahasa, Tari Perang Kawasaran menjadi salah satu fokus utama dokumentasi budaya Armando Loho. Kawasaran merupakan tarian adat khas Minahasa yang dahulu dipentaskan oleh para lelaki sebagai bagian dari tradisi keprajuritan dan perlindungan kampung.
Tarian ini ditandai dengan gerakan gagah, langkah ritmis, dan penggunaan senjata tradisional seperti pedang atau tombak, serta busana perang khas berwarna merah dan hitam,”
“Berdasarkan kajian budaya oleh para akademisi Sulawesi Utara, Kawasaran berasal dari kata “kawas” yang berarti penjaga atau pelindung, dan “saran” yang bermakna jalan atau tempat. Ini menegaskan bahwa tarian tersebut adalah bentuk representasi dari prajurit penjaga tanah Minahasa,” jelas Loho saat diwawancarai pada Selasa (23/08/2022).

Armando menelusuri jejak tarian ini dari desa ke desa, mendokumentasikan penampilannya dalam berbagai konteks, dari upacara adat hingga pertunjukan modern.
Ia tidak hanya merekam tariannya, tapi juga meneliti makna di balik gerak dan kostum para penari. Ia bekerja sama dengan para tetua adat dan praktisi seni untuk menggali filosofi asli Kawasaran, lalu membagikannya dalam bentuk video edukatif dan pameran visual.

Tujuannya jelas: memastikan bahwa generasi muda mengenal Kawasaran bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai identitas Minahasa yang harus diwarisi dengan rasa hormat.




