Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the td-cloud-library domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1035546/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Sanggar Kamang Wangko Woloan Gelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu - Walenews.com
Wednesday, July 1, 2026
spot_img
HomePendidikan & KebudayaanSanggar Kamang Wangko Woloan Gelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu

Sanggar Kamang Wangko Woloan Gelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu

TOMOHON, WALENEWS.com – Upaya pelestarian bahasa dan tradisi lisan Minahasa terus mendapat perhatian. Sanggar Kamang Wangko Woloan menggelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu di Amphitheater Woloan, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Lokakarya dan Lomba Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu dengan tema “Merawat Akar, Menyemai Cerita.”

Dalam sambutannya, Ketua Sanggar Kamang Wangko Woloan, Armando Loho, M.Kom., menekankan pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui jalur pendidikan dan seni.

“Cerita rakyat bukan hanya warisan, tetapi juga sumber nilai dan identitas. Dengan menghadirkannya kembali dalam dialek Tombulu, kita menghidupkan memori kolektif sekaligus menguatkan jati diri Minahasa,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Oktavianus Pusung. (Foto: Ist)

Ketua Panitia, Oktavianus Pusung, menjelaskan kegiatan berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober 2025, dengan agenda diskusi, lokakarya penulisan, hingga penampilan seni. Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah (Banpem) Komunitas Sastra yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Melalui Banpem Komunitas Sastra, komunitas diberi ruang untuk menghidupkan kembali tradisi tutur. Kami berharap generasi muda semakin mencintai dan menggunakan bahasa daerahnya,” kata Pusung.

Peserta Lokakarya dan Lomba Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu dengan tema “Merawat Akar, Menyemai Cerita. (Foto: Ist)

Pada hari pertama, peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tomohon Barat mendapat materi dari Johanis Paulus Loho, S.Pd., pegiat literasi Tombulu sekaligus pelestari tradisi lisan Mahzani. Ia membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang cerita rakyat sekaligus melatih keberanian mereka membawakan cerita dalam dialek Tombulu.

Suasana semakin meriah ketika beberapa siswa tampil membawakan cerita rakyat karya mereka sendiri. Dengan penuh percaya diri, mereka mempersembahkan kisah-kisah rakyat Minahasa dalam dialek Tombulu di hadapan peserta dan tamu undangan. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dan menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menghidupkan kembali kekayaan tradisi lisan.

Camat Tomohon Barat, John Lonta, S.Hut., M.A.P., (Foto: Ist)

Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat yang hadir langsung melalui Camat Tomohon Barat, John Lonta, S.Hut., M.A.P., turut menyampaikan apresiasi.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Minahasa. Saya juga mendorong generasi muda untuk terus mencintai Bahasa Ibu ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga beberapa perwakilan siswa turut menampilkan cerita rakyat Minahasa yang mereka sementara pelajari.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments