WALENEWS.COM, Minahasa – Petani Kalasey Dua menolak pengosongan lahan yang akan dilakukan oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali.
Hal itu diungkapkan, Ketua Organisasi Tani Lokal (OTL), Deny Tumei, saat menghadiri rapat bersama Pemerintah Desa Kalasey Dua dan Poltekpar Bali, di Balai Pertemuan Umum (BPU), Sabtu (7/3/2026).
“Saya meminta kepada petani Kalasey dua untuk bertahan dan tetap menolak,” kata Tumei.
Deny Tumei juga meminta kepada Pemerintah Desa menolak segala sesuatu yang akan merampas hak dari petani Kalasey Dua.
“Kita minta Pemerintah Desa tolak. Apa yang akan maso di Kalasey Dua, tolak,” kata Tumei.
Pengosongan lahan yang akan dilakukan diberitahukan lewat surat yang dikeluarkan oleh Poltekpar Bali kepada Pemerintah Desa.




