WALENEWS.COM, MANADO – Satu lagi karya membanggakan dari putra daerah Sulawesi Utara siap mewarnai industri perfilman nasional. Film horor bertajuk “SONGKO’” baru saja menggelar Gala Premiere pada Minggu (19/4/2026) dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 23 April 2026.
Film ini merupakan buah karya sutradara muda asal Tomohon, Gerald Mamahit, yang sebelumnya sukses besar terlibat dalam fenomena layar lebar “KKN di Desa Penari”. Kali ini, Gerald membawa penonton pulang ke kampung halaman dengan mengambil latar Sulawesi Utara, khususnya Tomohon pada tahun 1986.
Nostalgia Tomohon Tahun 1980-an, “SONGKO’” bukan sekadar film horor biasa. Penonton akan diajak melintasi waktu melihat potret autentik kehidupan di bawah kaki Gunung Lokon empat dekade silam.
Detail-detail ikonik seperti roda sapi, lampu semprong, hingga arsitektur rumah panggung kayu khas Minahasa ditampilkan dengan sangat apik.
Tak hanya visual, kekayaan kuliner dan budaya Sulut juga kental terasa. Kehadiran nasi jaha, pangi, ayam woku, hingga tradisi lokal menjadi elemen penting dalam cerita.
Dialog dalam film ini pun sepenuhnya menggunakan bahasa Melayu Manado yang kental, diiringi lagu-lagu daerah dan sentuhan filsafat tua yang mendalam.
Aktris berbakat asal Tomohon, Annete Edoarda Jansen, didapuk sebagai pemeran utama. Annete, yang sebelumnya dikenal luas lewat perannya sebagai Rohaya dalam sinetron “Kecil-Kecil Mikir Jadi Manten”, kini kembali menunjukkan totalitas aktingnya di tanah kelahiran.
Selain Annete, film ini turut diperkuat oleh deretan talenta luar biasa lainnya, seperti: Eric Dajoh aktor senior, Andre Nehemia komika asal Sulawesi Utara, Riko Koraag aktor multi talent, serta dukungan kru dan talenta-talenta lokal yang membuktikan kualitas sineas Sulut di kancah nasional.
Meski dibalut dalam genre horor yang mencekam—yang diklaim mampu memacu adrenalin dan membuat jantung berdegup kencang sepanjang film “SONGKO’” tetap menyimpan pesan moral yang kuat.
Film ini mengangkat drama keluarga dan realitas sosial masyarakat yang relevan hingga saat ini, termasuk pesan mendalam tentang pelestarian alam.
“Ini adalah cerita dulu yang sampai sekarang masih hidup di tengah-tengah kita,” ujar salah satu penonton yang hadir dalam Gala Premiere.
Dengan kekuatan cerita dan kedekatan emosional, film “SONGKO’” menjadi tontonan wajib bagi masyarakat Sulawesi Utara. Keberhasilan Gerald Mamahit mengemas tradisi lokal menjadi sebuah karya sinematik kelas atas patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya.
Jangan lewatkan penayangannya di bioskop-bioskop kesayangan Anda mulai Kamis, 23 April 2026. Mari beri dukungan nyata bagi karya anak bangsa dan kebangkitan sineas Sulawesi Utara.




