Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the td-cloud-library domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1035546/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Usung Konsep Masyarakat Ilmuwan, Seasoldier Sulut Bersih-Bersih Pantai dan Hutan Mangrove Bahowo - Walenews.com
Wednesday, June 17, 2026
spot_img
HomeLingkungan & KesehatanUsung Konsep Masyarakat Ilmuwan, Seasoldier Sulut Bersih-Bersih Pantai dan Hutan Mangrove Bahowo

Usung Konsep Masyarakat Ilmuwan, Seasoldier Sulut Bersih-Bersih Pantai dan Hutan Mangrove Bahowo

WALENEWS.COM, Manado – Seasoldier Sulawesi Utara (Sulut) memulai Desember dengan semangat baru melalui pelaksanaan kegiatan Bersih-Bersih Pantai dan Hutan Mangrove di Kawasan Mangrove Park Bahowo. Senin (2/12/2024).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Mapia Project Bahowo, sebuah action project yang digagas oleh Samuel Leivy Opa, Pembina Divisi Edukasi Seasoldier Sulut sekaligus penerima beasiswa Indonesian Young Leaders Programme INSPIRASI Angkatan 2022.

Melalui proyek ini, Samuel mempraktikkan ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama program INSPIRASI di Selandia Baru dengan menerapkan best practices pada komunitas lokal. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah konsep Citizen Scientist atau Masyarakat Ilmuwan.

Pengagas Mapia Project Bahowo menegaskan, konsep ini memberdayakan masyarakat untuk turut serta dalam pengumpulan data ilmiah yang biasanya dilakukan oleh peneliti. Dalam kegiatan bersih-bersih ini, masyarakat dilibatkan langsung dalam pencatatan jenis dan berat sampah dari area pantai dan hutan mangrove.

Hasil bersih-bersih sampah yang terkumpul kemudian dipilah bersama oleh tim Seasoldier dan masyarakat peserta. Pemilahan dilakukan ke dalam enam kategori:
Botol Plastik Bening: 2,5 kg, Botol Plastik Keras: 5 kg, Plastik Kemasan: 4 kg, Kaca: 3 kg, Besi: 9 kg, ain-lain (termasuk tali, karung, baliho): 47 kg. Total berat sampah yang terkumpul mencapai 70,5 kg.

Lanjutnya, sampah-sampah ini kemudian diserahkan kepada No Trash Triangle Initiative (NTTI) untuk disortir lebih lanjut dan diproses untuk daur ulang (recycle).

Samuel Leivy Opa menekankan, komitmen berkelanjutan kegiatan ini juga menjadi momentum awal bagi program bersih-bersih pantai dan hutan mangrove yang akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

“Program ini akan dikoordinasi oleh Mapia Soldier, sebuah kelompok yang terdiri dari masyarakat Bahowo yang terbentuk melalui rangkaian Mapia Project Bahowo. Kelompok ini bertujuan menjadi motor penggerak praktik pariwisata berkelanjutan di kawasan Mangrove Park Bahowo,” ungkap Samuel Leivy Opa.

“Dengan keterlibatan masyarakat langsung sebagai bagian dari citizen scientist, kami tidak hanya membersihkan lingkungan tetapi juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan,” ujarnya.

Samuel berharap, kegiatan ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk melakukan hal serupa demi mendukung kelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments