Tuesday, June 18, 2024
spot_img
HomePendidikan & KebudayaanBanyak Pihak Sesalkan SMA SMK Negeri di Tomohon Tidak Ikut Pawai Hardiknas...

Banyak Pihak Sesalkan SMA SMK Negeri di Tomohon Tidak Ikut Pawai Hardiknas 2023

TOMOHON – Pelaksanaan Pawai Hardiknas 2023 di Kota Tomohon yang digelar Pemerintah Kota Tomohon ternyata tak disupport Kepala Cabang Dinas Pendidikan Tomohon Minahasa.

Pada pelaksanaan Pawai Hardiknas yang digelar pada Kamis (4/5/2023) di Kota Tomohon, tidak di ikuti peserta dari SMA/SMK Negeri yang berkedudukan di wilayah Kota Tomohon.

Banyak pihak mengecam perintah Kacabdin Pendidikan Tomohon-Minahasa, Fredy Kumeang, S, Pd. yang notabene anak buah ODSK (Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara).

Mantan Kadis Pendidikan yang saat ini Staf Khusus Wali Kota Tomohon Bidang Pendidikan, Fentje Goni, S.H. meminta Gubernur Sulut untuk mengevaluasi kinerja Kacabdin Pendidikan Tomohon-Minahasa, Fredy Kurang, S.Pd.

“Yang bersangkutan (Kacabdin Pendidikan Tomohon Minahasa Fredy Kumeang) perlu dievaluasi,” tegas Fentje Goni, ketika diwawancarai usai Upacara Hardiknas 2023 di Lapangan Pemkot Tomohon, Kamis (4/5/2023).

Dia menilai, kegetolan Kacabdin Fredy Kumeang melarang SMA dan SMK di Kota Tomohon ikut Pawai Hardiknas 2023 merupakan bentuk perlawanan terhadap sinergitas Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon yang telah terjalin selama ini.

Hal senada juga disampaikan Tokoh masyarakat yang juga Wakil Ketua Tim Pemenangan ODSK Kota Tomohon, Petrus Ivo Paat, S.E., pada Media saat diwawancarai mengatakan: “1 Saya sangat Kecewa atas tindakan Konyol Kacabdin Fredy Kumeang dengan tidak mengijinkan keterlibatan SMA dan SMK Tomohon, dalam Pawai Hardiknas.

Lanjut Paat, setahu saya pada saat perhelatan TIFF 2022, Pemerintah Kota Tomohon lewat Sekretaris Kota Tomohon sudah menyurati Kepala Dinas Pendidikan Provinsi SULUT untuk memintakan keterlibatan SMA dan SMK di Tomohon dalam Kegiatan Parade TIFF 2022, dimentahkan Oleh Kepala cabang Dinas SMA SMK Tomohon Minahasa, Fredy Kumeang, S.Pd, Sehingga SMA Negeri Satu Tomohon lewat Kepala sekolah menolak ikut dengan bermacam-macam alasan.

Program Merdeka Belajar yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi saat ini harus di jalankan oleh Para pelaku Pendidikan termasuk Kacabdin SMA SMK Tomohon Minahasa, tetapi kalau figur pejabat seperti Fredy Kumeang, S.Pd, Saya (Paat) tidak menjamin program ini akan berlangsung dengan baik dan sukses.

“Meminta Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, S.E. untuk mengganti Kacabdin SMA SMK Tomohon-Minahasa, Fredy Kumeang, S.Pd. karena sudah Mencoreng Program Merdeka Belajar,” tegas Ivo Paat.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments