WALENEWS.COM, MINAHASA – Cuaca ekstrem yang memicu gelombang pasang hebat melanda pesisir Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Fenomena alam yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Sabtu (18/4) hingga Rabu (22/4), mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga rusak parah hingga tidak bisa lagi dihuni.
Kepanikan sempat menyelimuti warga saat air laut mulai naik dan menghantam pemukiman. Selain menghancurkan bangunan, material pasir yang terbawa gelombang juga sempat melumpuhkan akses jalan di beberapa titik, membuat kendaraan tidak dapat melintas.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan masih memprihatinkan: Rumah Rusak: 11 unit rumah hancur total/rusak berat.
Pengungsian: Warga terdampak kini terpaksa menumpang di rumah kerabat dan tetangga sekitar.
Akses Jalan: Sempat lumpuh total akibat timbunan pasir (saat ini dalam upaya pembersihan).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa telah turun ke lokasi untuk menyalurkan bantuan darurat. Saat ini, telah didirikan tenda pengungsian yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang milik warga yang berhasil diselamatkan.
Warga terdampak sangat mengharapkan uluran tangan pemerintah, terutama terkait bantuan logistik harian dan subsidi untuk pembangunan kembali hunian mereka yang hancur. Selain itu, warga mendesak adanya pembangunan pemecah ombak (breakwater) agar bencana serupa tidak terulang di masa depan.
Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah setempat menyatakan bahwa proses penanganan sedang berjalan.
“Saat ini kami sedang melakukan proses registrasi para korban. Data ini akan diteruskan ke pemerintah pusat agar bantuan pembangunan kembali rumah yang rusak dapat segera diakses,” ujar perwakilan pemerintah.
Detail Singkat Kejadian: Lokasi berada di Desa Bukit Tinggi, Kakas Barat, Minahasa. Waktu: 18 – 22 April 2026.
Kerugian: 11 Rumah hancur, akses jalan tertimbun pasir. Kebutuhan Mendesak: Logistik, perbaikan rumah, dan pembangunan pemecah ombak.





