Monday, August 31, 2026
spot_img
HomeBolaang Mongondow RayaSebut Bupati Boltim Kerja Keras, Warga Diingatkan Ancaman Keretakkan

Sebut Bupati Boltim Kerja Keras, Warga Diingatkan Ancaman Keretakkan

WALENEWS.COM, Tutuyan – Masyarakat harus lebih berhati-hati dengan adanya provokasi yang akan merusak kekeluargaan orang Kotabunan dan Bulawan. Hal itu disampaikan Hamdin Imban, merespons berbagai isu sekitar tambang yang kini berhamburan di media sosial.

“Bupati deng Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur juga sudah ingatkan agar kita masyarakat menjaga kedamaian, tidak mudah terpancing dengan berbagi isu negatif yang sengaja dihembuskan,” ujar Hamdin, Minggu (30/8/2026).

Ia juga mengingatkan tentang kehadiran orang luar lingkar tambang yang sengaja datang untuk memanfaatkan situasi.

“Jangan terprovokasi dengan orang luar, harus saling baku jaga, jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang tidak benar. Apalagi sekarang banyak masuk orang luar dan memanfaatkan situasi dan kondisi di sekitar wilayah tambang,” tegasnya.

Ia mengaku berencana untuk bertemu dengan pemerintah desa, kepala desa sekitar lingkar tambang, untuk mengingatkan kalau ada orang-orang baru yang masuk, harus diperhatikan. 

Ia mencontohkan pembuat video asal kota Manado yang datang membuat video di sekitar pertambangan ilegal (PETI) Panang baru-baru ini dan menyebarnya di media sosial.

“Kan ini urusan tambang, perusahaan tambang, kenapa sudah sampai menjurus ke pemilihan bupati segala.  Masyarakat tentu tidak bodoh untuk digiring ke hal-hal yang memicu ketegangan, membelah masyarakat, apalagi menggiring masyarakat untuk membenci kepala daerahnya,” ketusnya.

Hamdin juga mengingatkan, ancaman provokasi akan berdampak negatif kepada masyarakat sendiri, sementara mereka yang sengaja membuat isu tidak akan bertanggung jawab dengan apapun yang terjadi.

“Sebenarnya saya cenderung ke investasi. Penambang kan masyarakat, jangan sampai terprovokasi kemudian kita dengan kita yang saling membunuh. Karena masyarakat yang kerja di PETI itu urusan perut, jangan lupa juga karyawan yang bekerja di perusahaan urusan perut. Kalau masyarakat Panang terprovokasi, torang deng torang tu mo baku bunung. Dorang tu enak-enak, pulang pa dorang pe kampung sanang-sanang, tatawa-tatawa, apalagi da dapa sesuatu dari sini,” jelasnya. 

Hamdin meyakini, mereka yang sengaja datang membuat isu terkait tambang di Bolaang Mongondow Timur tidak gratis. Pasti ada oknum tertentu yang berkepentingan dengan tambang yang mendanai kehadiran mereka.

“Karena pengalaman Buyat waktu PT Newmont, mereka diprovokasi pihak-pihak luar, akhirnya dipindahkan ke Duminanga, Bolsel. Bertahun-tahun tidak dapat apa-apa di sana, akhirnya balik lagi ke Buyat,” ungkapnya.

Hamdin pun menegaskan, masyarakat lingkar tambang sebenarnya mau pemerintah desa dan pemerintah kecamatan lebih proaktif lagi terkait masalah-masalah yang berkembang di masyarakat.

“Jangan orang luar yang masuk kamari dan menghancurkan kita. Bupati itu kerja keras untuk rakyat, bukang nyanda’. Kurang mo pica kapala kasiang kong nyanda’ karna da pikir-pikir mencari solusi terbaik untuk rakyat. Saya sudah banyak bicara dengan masyarakat, kami paham dengan hal ini,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments