Monday, September 7, 2026
spot_img
HomeBolaang Mongondow RayaHak Pelanggan Dirampas, PDAM Sorot Dugaan Pencurian Air di Wilayah PETI

Hak Pelanggan Dirampas, PDAM Sorot Dugaan Pencurian Air di Wilayah PETI

WALENEWS.COM, Tutuyan – Persoalan dugaan pencurian air yang dilakukan oleh pihak yang diduga melakukan aktivitas di Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), kembali menjadi sorotan. Praktik tersebut disebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak pada distribusi air kepada pelanggan.

Direktur PDAM, Andri Panca Setiono, memastikan persoalan ini bukan merupakan kejadian baru. Berdasarkan laporan dari Kepala Unit PDAM Kotabunan, dugaan pencurian air telah berlangsung lama dan sebelumnya telah dilakukan penindakan.

“Kita ini kan juga baru, Pak. Baru satu bulan saya jadi Direktur PDAM. Sehingga ini memang sesuai laporan Kepala Unit PDAM Kotabunan, memang sudah berlangsung lama dan sudah ditindak. Tapi masih juga berlangsung,” kata Andri.

Menurutnya, pihak yang diduga melakukan aktivitas pertambangan di sebelah barat enam desa lingkar tambang masih melakukan pengambilan air dari jaringan PDAM. Kondisi tersebut membuat pihaknya berencana melakukan penertiban kembali dalam waktu dekat.

“Dari pihak diduga PETI di atas itu masih melakukan pencurian air lagi. Sehingga kami juga akan melakukan penertiban secepatnya,” ujarnya.

Andri menjelaskan, pengambilan air secara ilegal tersebut tidak hanya berdampak pada fasilitas jaringan PDAM, tetapi juga berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air pelanggan.

“Karena depe konsekuensi ini para pelanggan tidak mendapatkan jatah air,” katanya.

Ia menyebut sejumlah pelanggan bahkan mengalami keterbatasan pasokan air sampai hanya bisa mendapatkan air pada malam hari. Padahal, distribusi air seharusnya dapat berlangsung selama 24 jam.

“Karena dorang kebanyakan kurang ba dapa aer malam, yang seharusnya selama dua puluh empat jam,” ujar Andri.

Kondisi tersebut dinilai semakin menjadi persoalan, karena saat ini masyarakat tengah menghadapi musim kemarau. Di sisi lain, debit air yang tersedia juga mengalami penurunan.

“Padahal ini musim kemarau dan debit air kan da menurun,” katanya.

Selain mengganggu distribusi, dugaan pengambilan air secara ilegal juga disebut berpotensi menyebabkan kerusakan pada fasilitas jaringan. Pihak yang mengambil air disebut melakukan pelubangan pada jaringan untuk mendapatkan pasokan air.

PDAM menyatakan, penertiban akan dilakukan kembali guna memastikan jaringan distribusi dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan hak pelanggan atas pelayanan air tetap terpenuhi.

Andri menegaskan, langkah itu diperlukan karena keterbatasan debit air pada musim kemarau harus diimbangi dengan pengawasan terhadap pemanfaatan jaringan agar pasokan kepada pelanggan tidak semakin terganggu.

Sebelumnya, Kepala Unit PDAM Kotabunan, Yudi Lasambu, sempat mengungkapkan jika musim panas berkepanjangan memberi dampak serius bagi ketersediaan air bersih.

“Musim panas ini membuat debit air menurun. Karena itu, kami berharap masyarakat bisa bersabar,” kata Lasambu, Minggu (6/9/2026).

Ia juga menyebut jika selama ini pihak PDAM sudah berusaha maksimal untuk merespons keluhan para pelanggan.

“Tiap ada keluhan masyarakat, biasanya kami langsung turun untuk mencari penyebab masalahnya. Kalu bisa langsung diatasi, langsung kami kerjakan,” ujarnya.

Namun ada persoalan lain yang lebih serius terkait pencurian air. Menurutnya, berbagai upaya sudah dilakukan tapi para oknum tak bertanggung jawab terus melakukan tindakan ilegal itu.

“Itu penambang di atas dorang kase bocor di pipa transmisi di luar reservoir. Dorang sambung di slang, akibatnya takurang tu aer. Lebe kacili tu aer mo turun ka kampung,” keluh Lasambu.

Ia juga mengungkap jika dirinya sudah berulang kali mendapati di lapangan adanya pencurian air yang dilakukan para penambang.

“Kami langsung beri peringatan. Tapi saat petugas pergi, mereka ternyata melakukan lagi tindakan ilegal itu,” jelasnya.

Lasambu memastikan, persoalan ini akan lebih diseriusi oleh PDAM Bolmong. “Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan untuk lebih memastikan persoalan di lapangan dan mengambil tindakan,” tegasnya.

Diketahui, keluhan demi keluhan soal kesulitan mendapkan air bersih terus meletup dari masyarakat lingkar tambang Kotabunan dan Bulawan. Dugaan pencurian air di wilayah Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) jadi penyebab paling merisaukan. Fakta itu diungkap lansung oleh warga.

Warga pun menuntut ada tindakan tegas dari PDAM terhadap para pelaku pencurian air. Sebab, kalau persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat bisa menduga ada kongkalikong mereka yang mencuri air dengan petugas di lapangan. 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments