WALENEWS.COM, MANADO– Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Manado bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado menggelar pelatihan kerajinan kain tenun bagi pelaku IKM dan UMKM. Kegiatan berlangsung pada 4–5 Agustus di Sentra IKM Konveksi Tongkaina.
Pelaku kebudayaan Minahasa, Rinto Taroreh, dipercaya menjadi narasumber yang membawakan materi mengenai tradisi tenun Minahasa. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk membawakan materi serta berbagi wawasan mengenai tradisi tenun kita,” ujar Taroreh.
Menurutnya, pelatihan berlangsung dalam suasana hangat karena diikuti warga Kota Manado dari berbagai latar belakang. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan langsung dari Ketua Dekranasda Kota Manado, Ny. Irene Golda Angouw-Pinontoan, yang hadir dan berbaur bersama para peserta.
“Suasana pelatihan terasa begitu hangat karena kita bisa duduk belajar bersama warga Kota Manado dari berbagai latar belakang, didampingi langsung oleh Ketua Dekranasda Kota Manado, Ny. Irene Golda Angouw-Pinontoan, yang ikut hadir membaur dan mendukung semangat pelestarian ini,” katanya.
Taroreh menambahkan, keberagaman masyarakat Manado dari berbagai etnis kini menyatu dalam satu misi, yakni melestarikan dan mengembangkan kembali tenun Manado.

Menurutnya, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Minahasa, sejak masa Wanua Wenang hingga pernah menjadi ibu kota Minahasa, Kota Manado terus menjadi simpul pertemuan tradisi dan nilai-nilai luhur.
Ia juga menegaskan bahwa di Minahasa maupun di berbagai daerah Nusantara, kain tenun memiliki makna yang sangat penting sebagai simbol penghormatan tertinggi. Kain tenun kerap dijadikan buah tangan utama dalam penyambutan tamu adat sekaligus menjadi penanda identitas budaya.
“Mari terus merawat dan menghidupkan warisan leluhur ini bersama-sama dengan rasa bangga. Arii pe-to,” tandas Taroreh.
Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku IKM dan UMKM sekaligus memperkuat upaya pelestarian tenun sebagai salah satu warisan budaya yang menjadi identitas Kota Manado dan Minahasa.


