Tuesday, June 18, 2024
spot_img
HomePemerintahanSenduk Bersama 14 Kepala Daerah di Sulut Tandatangani Nota Kesepakatan dengan BPIP

Senduk Bersama 14 Kepala Daerah di Sulut Tandatangani Nota Kesepakatan dengan BPIP

TOMOHON – Wali Kota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H. menghadiri kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara dan Deklarasi Jejaring Panca Mandala Membangun Sinergitas Pembumian Pancasila di Provinsi Sulut. Kegiatan dilaksanakan di Aula Mapalus Kantor Gubernur Provinsi Sulut, Kamis (14/7/2022).

Wali Kota Tomohon bersama 14 Kepala Daerah lainnya se-Sulawesi Utara dan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. serta Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, S.E. menandatangani Nota Kesepakatan antara Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dengan Pemerintah Provinsi Sulut dan 15 Kabupaten/Kota se-Sulut.

Pada kegiatan ini dilaksanakan juga Deklarasi Jejaring Panca Mandala yang merupakan perwakilan Jejaring Panca Mandala Provinsi Sulut dan 15 Kabupaten/Kota se-Sulut.

Dalam sambutan, Gubernur Sulawesi Utara mengatakan Hari ini dilaksanakan Peresmian JPM Pembumian Pancasila di Sulawesi Utara sekaligus Penandatangan Nota Kesepahaman, antara BPIP dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan juga dengan pihak penyiaran.

Hal ini menjadi sebuah upaya tepat dalam mengantisipasi tantangan dan isu-isu negatif terhadap eksistensi Pancasila.

Pancasila yang sudah menjadi dasar negara harus kita pahami dan terus diimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, Tujuan Pancasila yang terkandung di dalam UUD 1945 alinea ke-4 sepenuhnya dapat diwujudnyatakan bersama sebagai capaian akhir terhadap amanat tersebut.

Memperhatikan perkembangan teknologi dan kecepatan informasi saat ini, disadari maupun tidak disadari, telah menciptakan berbagai fenomena kehidupan baik yang mempengaruhi pemikiran masyarakat, sikap perilaku, gaya hidup, bahkan terjadi pengikisan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap nilai-nilai Pancasila.

Dituturkan, hadirnya Jejaring Panca Mandala (JPM), yang terdiri dari unsur-unsur pendukung, baik Pemerintah, Dunia Usaha, Dunia Pendidikan, Media dan Organisasi, menjadi khalayak yang harus didukung sepenuhnya.

“Kita sebagai masyarakat Indonesia, juga sebagai pemangku kebijakan di wilayah ini, harus mampu mewujudkan tujuan dari pembentukan JPM sebagai komitmen bersama untuk menjaga eksistensi Pancasila sebagai Ideologi Negara, juga meningkatkan peran masyarakat terhadap upaya-upaya Pembinaan Ideologi Pancasila,” ujarnya.

Lanjutnya, untuk itu, mari kita berkolaborasi dengan senantiasa memegang teguh komitmen terhadap daya dan upaya dalam mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara melalui pemahaman dan pengamalan Pancasila yang nyata di tengah kehidupan masyarakat Indonesia dan Sulawesi Utara,” pintanya.

“Kiranya, kita semua mampu mengoptimalkan kerjasama yang telah kita sepakati sebagai tanggungjawab bersama, terus dan tetap bergandengan tangan agar Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dasar bagi seluruh masyarakat Indonesia,” harapnya.

Diharapkan juga, deklarasi Jejaring Panca Mandala di daerah Nyiur Melambai mampu menjadi sebuah bagian konkrit dalam mendukung seluruh program pembangunan daerah menuju Sulawesi Utara maju dan sejahtera, serta berkontribusi terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Maju. (**)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments