Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the td-cloud-library domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u1035546/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Wakil Bupati Mitra Resmi Buka Muswil ke-III AMAN Sulut - Walenews.com
Wednesday, June 10, 2026
spot_img
HomeMinahasa RayaWakil Bupati Mitra Resmi Buka Muswil ke-III AMAN Sulut

Wakil Bupati Mitra Resmi Buka Muswil ke-III AMAN Sulut

MITRA – Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Drs. Jesaja Yoke Legi, resmi membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-III Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut), di Desa Minanga Tiga, 27-29 September 2022

Dirinya menyampaikan, permohonan maaf dari Bupati Mitra Jems Sumendap yang tidak bisa hadir langsung membuka kegiatan Muswil ke-III AMAN Sulut.

“Mohon maaf, sebenarnya pak Bupati yang akan hadir langsung dalam pembukaan. Akan tetapi, bapak Bupati berhalangan karena akan di wisuda S-2 hari ini di Jakarta. Selain itu juga dalam rangka 4 tahun kepemimpinan JS-OK di kabupaten Mitra,” kata Legi.

Foto ist: Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra), Drs. Jesaja Yoke Legi saat memberikan sambutan usai membuka kegiatan.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mitra sangat merespon kegiatan Muswil ke-III AMAN Sulut di Kecamatan Pusomaen.

“Lebih kami respon dibuat di Wilayah Minanga Raya. Perlu kami jelaskan, wilayah ini untuk kerukunan umat beragama adalah terbaik se-Sulut. Toleransi umat beragama di sini sangat tinggi. Ke depan lewat musyawarah ini dapat mengangkat tiga sub-etnis yang ada di Mitra,” tandanya.

Sementara itu, Deputi I AMAN Urusan Organisasi, Eustebio Rero Renggi mengatakan, dalam penyelenggaraan Muswil mengacu pada mekanisme internal.

“Apa saja yang telah dilakukan, progresnya, merumuskan garis-garis besar program kerjanya untuk lima tahun ke depan dan restrukturisasi di organisasi,” kata Eustebio.

Ia menambahkan, dari Muswil ke-III AMAN Sulut diharapkan bisa diputuskan untuk menjadi acuan bagaimana masyarakat adat mendapatkan haknya.

“Untuk mencapai itu diharapkan mendapatkan mandat-mandat untuk bisa diperhatikan masyarakat adat, baik itu dari masyarakat itu sendiri dan pemerintah. Ini menjadi dasar kita menyelenggarakan Muswil ini,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments